Wednesday, 07 February 2007
Bagi yang butuh hunian sekaligus prestise, pilihannya adalah rumah kecil di perumahan besar.
Bila sebelumnya para developer perumahan besar lebih senang melayani konsumen rumah sedang dan mewah, kini banyak yang memasarkan rumah kecil. Bangunannya ada yang 36 m2 namun bukan rumah sehat sederhana (RSH). Para pengembang memopulerkannya dengan istilah rumah mungil.
Spesifikasi bangunan sama dengan rumah menengah atas yang mendominasi kawasan perumahan. Misalnya, dinding bata merah atau beton ringan yang diplaster halus dengan cat dekoratif bermerek. Pintu dan jendela ada yang memakai rangka kayu dengan finishing cat duko, ada pula yang rangka aluminium atau yang sejenis. Lantai umumnya keramik kinclong ukuran 40 x 40 dari merek ternama. Demi kenyamanan, keamanan, dan privasi penghuni, rumah-rumah kecil itu juga dibangun dalam cluster. Jalan lingkungan lebar dan dilapisi aspal hotmix atau paving block. Pada sebagian perumahan infrastrukturnya ditata rapi di bawah tanah. Rumah-rumah semacam itu bisa ditemui di BSD City, Bintaro Jaya, Alam Sutera, Ambasador Gading Serpong, KotaWisata, CitraGran, dan lain-lain.
TANGERANG
Yang paling getol memasarkan rumah-rumah kecil dua kamar tidur itu adalah Bintaro Jaya. Developernya PT Jaya Real Property (JRP) mengelompokkannya dalam cluster besar Permata Bintaro (20 ha), dekat Sekolah Internasional Jepang atau sekitar 4 km dari pintu tol Pondok Ranji. Cluster itu kemudian dipecah-pecah menjadi lima cluster kecil (4-5 ha) dengan 150-200 unit rumah per cluster.
Dua cluster pertama Permata Bintaro I dan II. menurut MA Swandayani, Manager Marketing JRP, sudah ludes terjual. Tiga cluster lain sudah banyak yang laku. Jadi, Anda masih punya banyak kesempatan. Kalau ingin leluasa memilih, cobalah ke cluster Mahagoni dan Althia, sekitar 2 km dari Permata Bintaro. Model rumahnya juga modern minimalis. Harga sedikit lebih miring. Tipe 41/72 misalnya, di Permata Bintaro Rp216 juta (tunai keras), di Mahagoni hanya Rp189 juta. Semua cluster berada di jalan raya yang dilalui angkutan umum.
Masih di Tangerang SBU Housing III PT Bumi Serpong Damai (BSD) juga melansir rumah kecil di cluster Neo Catalonia (5 ha), BSD City Serpong. Lokasinya di Nusaloka, sekitar 3,5 km dari pintu tol BSD Timur. Di dalam cluster hanya ada taman bermain, tapi sekitar 500 m dari lokasi dibangun kawasan komersial Plaza Kordoba. Sekolah Solidio (TK-SMU) juga dekat.
Di Serpong juga PT Alfa Goldland Realty (AGR) memasarkan rumah kecil bergaya modern minimalis di cluster Griya Sutera, Alam Sutera, sekitar 4 km dari gerbang utama di Jl Raya Serpong. Bila rencana exit tol Jakarta-Tangerang yang melalui Alam Sutera terealisasi, posisinya makin strategis. Menurut Feiny, staf marketing AGR, Griya Sutera akan berada di dekat akses utama keluar tol itu. Ada fasilitas taman bermain dan lapangan basket dalam cluster.
Perumahan lain di Tangerang yang juga memasarkan rumah tipe kecil adalah Ambassador Gading Serpong. April lalu dipasarkan tipe 36/72 di cluster Portugal (1,5 ha). Lokasinya di Zona Eropa di selatan Sekolah Tarakanita, hanya 500 m dari rencana pengembangan area bisnis (CBD) di Jl Gading Serpong, atau sekitar 1,5 km dari exit tol Gading Serpong. Awal Mei dilansir juga tipe 55/90 di sektor 6 A.
Pada saat wawancara cluster itu sedang disiapkan. "Responnya sangat bagus. Selain karena harganya terjangkau, fasilitas di sekitarnya sudah lengkap. Pembelinya end user. Pembangunan dua cluster itu sangat membantu pertumbuhan kawasan," ujar Aryo T Ananto, Associate Director Ambassador Gading Serpong
Artikel selengkapnya ada di majalah ESTATE edisi Mei 2006 |